Adab dalam menuntut atu mencari ilmu.
Dalam artikel singkat ini saya akan shear tentang adab menuntut ilmu. Sebelum lebih jauh ke pembahasan adab menuntut ilmu, alangkah baiknya jika kita paham arti dari adab itu dendiri.
Adab adalah norma atau aturan mengenai sopan santun yang didasarkan atas aturan agama, terutama Agama Islam.
Pertanyaan sederhana:
apa pentingnya adab dalam menuntut atau mencari ilmu?
jawabannya ialah sangat penting.
Pentingnya ialah karena akan menentukan atu mempengaruhi hasil akhir dari menuntut atu mencari ilmu.
Apa hasil akhir dari menuntut atau mencari ilmu dengan atau tanpa adab mencari ilmu?
Hasil akhirnya ialah
ilmu di pahami atau di kuasai dengan baik namun tidak bermanfaat untuk diri sendiri dan orang lain (tidak berkah).
menuntut ilmu namun tidak ada ilmu yang diperoleh atu di pahami(tidak berkah).
menuntut ilmu sehingga bisa di pahami bahkan berguna utuk pribadi maupun umum dalam kata (ilmunya berkah).
Contoh sederhananya ialah:
Gelarnya sarjana pertanian tapi cara menanam padi tidak ngerti.
Lulusan sekolah listrik tapi tidak bisa memasang sambungan listrik.
Lulusan sekolah agama tapi cara hidupnya seolah tak beragama misal korupsi dll.
Lansung saja ke topik utama Adab Mencari Ilmu
Adab pertama
menyucikan hati dari segala pelanggaran-pelanggaran yang dimurkai Allah.
Adab pertama ini merupakan langkah awal bagi para pencari ilmu, untuk membersihkan hati dari penyakit-penyakit yang malah menjadi penghalang masuknya ilmu dalam sanubari.
Menjauhkan diri dari dosa dan maksiat dengan bertaqwa kepada Allah Ta’ala
Seseorang terhalang dari ilmu yang bermanfaat disebabkan banyak melakukan dosa dan maksiat. Sesungguhnya dosa dan maksiat dapat menghalangi ilmu yang bermanfaat, bahkan dapat mematikan hati, merusak kehidupan dan mendatangkan siksa Allah Ta’ala
Imam Nawawi dalam mukaddimhn Syarh Al-Muhadzdzab berkata: “Seyogyanya bagi seorang penuntut ilmu menyucikan hatinya dari kotoran-kotoran sehingga ia layak menerima ilmu, menghafal, dan memanfaatkannya.”
Imam Abdullah bin Alwi Al-Haddad memberi perumpaan yang sungguh indah tentang hati yang kotor. Beliau mengatakan, “Jika seseorang datang dengan membawa sebuah wadah kotor untuk diisi madu di dalamnya, maka orang yang akan membeli madu tersebut pasti akan berkata, Cucilah terlebih dahulu wadah yang kotor ini, baru kamu isi dengan madu.”
Kata Imam Abdullah, “Dalam masalah dunia saja, wadah yang kotor perlu dibersihkan, maka bagaimana dapat rahasia-rahasia ilmu Allah itu justru diletakkan di dalam hati-hati yang dekil?”
Pada satu kesempatan, Imam Malik memberi nasihat kepada muridnya Imam Syafi`i. Kala itu, Sang Guru merasa takjub dengan kecerdasan yang dimiliki oleh Syafi`i. Nasihat tersebut bunyinya, “Wahai Muhammad, bertakwalah kepada Allah. Jauhilah maksiat. Sesungguhnya Allah Subhanahu Wata’ala telah meletakkan cahaya di dalam hatimu maka janganlah kamu padamkan dengan maksiat-maksiat kepada-Nya.”
Adab kedua
Ikhlas karena Allah di dalam mencari ilmu.
Artinya mencari ilmu tidak bermaksud untuk di puji orang, supaya kaya, di banggakan mertua dll.
Adab kedua juga memberi pengertian bahwa pencari ilmu mesti menanggalkan kebanggaan nasab (keturunan), kedudukan, dan harta yang ia miliki.
Orang yang menuntut ilmu bukan karena mengharap ridhlo Allah termasuk orang yang pertama kali dipanaskan api neraka untuknya. Rasulallah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barangsiapa yang menuntut ilmu syar’i yang semestinya ia lakukan untuk mencari ridhlo Allah dengan ikhlas, namun ia tidak melakukannya melainkan untuk mencari keuntungan duniawi, maka ia tidak akan mendapat harumnya aroma surga pada hari kiamat.” (HR. Ahmad)
Suatu hari, Abdullah bin Abbas membawa tali pengikat kendaraan gurunya Ubay bin Ka`ab. Ia tuntun kendaraan gurunya itu. Sang guru bertanya, “Ada apa ini, wahai putra Abbas?” Dijawab, “Demikianlah kami diperintahkan untuk menghormati guru-guru kami.” Abdullah tetap memandu jalannya kendaraan sang guru sampai ke tempat tujuan.
Sufyan bin Uyainah berkata, “Saat aku berusia empat tahun, aku telah dapat membaca Al-Qur`an. Saat berusia tujuh tahun, aku telah dapat menulis hadits. Saat berusia lima belas tahun, ayahku berkata kepadaku:
‘Wahai anakku, sekarang engkau telah beranjak dewasa. Maka lakukanlah kebaikan niscaya engkau akan termasuk sebagai ahli kebaikan. Ketahuilah, seseorang tidak akan diberi kebahagiaan berkumpul dengan para ulama kecuali orang yang taat kepada mereka. Maka taatilah para ulama, niscaya engkau akan memperoleh kebahagiaan. Berkhidmatlah kepada mereka, pasti engkau akan mendapatkan ilmu mereka.’
Kata Sufyan, “Sejak mendengar nasihat ayahku tersebut, aku selalu condong kepada para ulama, tidak berpaling sedikitpun dari mereka.”
Adab ketiga
mengambil faedah (manfaat) di mana saja berada.
Pencari ilmu mesti jeli melihat, mengamati, dan meraih manfaat dari tiap jengkal langkah hidupnya. Tidaklah berlalu sesaat dari umurnya, kecuali ia isi dengan kemanfaatan.
Abu Al-Bakhtary berkata: “Duduk bersama suatu kaum yang lebih mempunyai ilmu daripada saya, lebih saya sukai tinimbang bersama kaum yang derajat ilmunya di bawah diriku” Mengapa? Jawabnya, “Karena, jika aku duduk bersama kaum yang derajat pengetahuannya di bawahku, aku tidak bisa mengambil manfaat. Namun jika aku duduk bersama orang-orang yang lebih berilmu dari diri saya ini, aku bisa mengambil manfaat sebanyak-banyaknya.”
Adab keempat
bersikap sederhana dalam mengonsumsi makanan dan minuman.
Makan dan minum adalah kebiasaan siapa saja. Manusia makan dan minum untuk hidup. Namun hal demikian tidak lantas menjadi alasan untuk berlebih-lebihan, khususnya bagi pencari ilmu.
Bahkan, seorang ulama bernama Sahnun berkata: “Ilmu tidak akan diperoleh bagi orang yang makan hingga kekenyangan.”
Dalam wasiat penuh hikmah dari Lukman Al-Hakim kepada putranya, ia berkata: “Wahai anakku, jika perut telah terisi penuh pikiran akan tertidur, hikmah akan berhenti mengalir, dan badan akan lumpuh dari beribadah.”
Imam Syafi`i berkata, “Aku tidak pernah merasa kenyang sejak enam belas tahun silam. Karena kekenyangan itu membebani badan, mengeraskan hati, menghilangkan kecerdasan, membuat kantuk, dan melemahkan orang tersebut dari beribadah.”
Adab Kelima
Rajin berdoa kepada Allah Ta’ala, memohon ilmu yang bermanfaat
Hendaknya setiap penuntut ilmu senantiasa memohon ilmu yang bermanfaat kepada Allah Ta’ala dan memohon pertolongan kepadaNya dalam mencari ilmu serta selalu merasa butuh kepadaNya.
Rasulallah shallallahu ‘alaihi wa sallam menganjurkan kita untuk selalu memohon ilmu yang bermanfaat kepada Allah Ta’ala dan berlindung kepadaNya dari ilmu yang tidak bermanfaat, karena banyak kaum Muslimin yang justru mempelajari ilmu yang tidak bermanfaat, seperti mempelajari ilmu filsafat, ilmu kalam ilmu hukum sekuler, dan lainnya.
Adab keenam
Bersungguh-sungguh dalam belajar dan selalu merasa haus ilmu
Dalam menuntut ilmu syar’i diperlukan kesungguhan. Tidak layak para penuntut ilmu bermalas-malasan dalam mencarinya. Kita akan mendapatkan ilmu yang bermanfaat dengan izin Allah apabila kita bersungguh-sungguh dalam menuntutnya.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam barsabda, “ Dua orang yang rakus yang tidak pernah kenyang: yaitu (1) orang yang rakus terhdap ilmu dan tidak pernah kenyang dengannya dan (2) orang yang rakus terhadap dunia dan tidak pernah kenyang dengannya.” (HR. Al-Baihaqi).
Adab ketujuh
Tidak boleh sombong dan tidak boleh malu dalam menuntut ilmu
Sombong dan malu menyebabkan pelakunya tidak akan mendapatkan ilmu selama kedua sifat itu masih ada dalam dirinya.
Imam Mujahid mengatakan,
لاَ يَتَعَلَّمُ الْعِلْمَ مُسْتَحْىٍ وَلاَ مُسْتَكْبِرٌ
“Dua orang yang tidak belajar ilmu: orang pemalu dan orang yang sombong” (HR. Bukhari secara muallaq)
Adab kedelapan
Mendengarkan baik-baik pelajaran yang disampaikan ustadz, syaikh atau guru
Allah Ta’ala berfirman, “… sebab itu sampaikanlah berita gembira itu kepada hamba-hambaKu, (yaitu) mereka yang mendengarkan perkataan lalu mengikuti apa yang paling baik diantaranya. Mereka itulah orang-orang yang diberi petunjuk oleh Allah dan merekalah orang-orang yang mempunyai akal sehat.” (QS. Az-Zumar: 17-18)
Adab kesembilan
Diam ketika pelajaran disampaikan
Ketika belajar dan mengkaji ilmu syar’i tidak boleh berbicara yang tidak bermanfaat, tanpa ada keperluan, dan tidak ada hubungannya dengan ilmu syar’i yang disampaikan, tidak boleh ngobrol. Allah Ta’ala berfirman, “dan apabila dibacakan Al-Quran, maka dengarkanlah dan diamlah agar kamu mendapat rahmat.” (QS. Al-A’raaf: 204)
Adab kesepuluh
Berusaha memahami ilmu syar’i yang disampaikan
Kiat memahami pelajaran yang disampaikan: mencari tempat duduk yang tepat di hadaapan guru, memperhatikan penjelasan guru dan bacaan murid yang berpengalama. Bersungguh-sungguh untuk mengikat (mencatat) faedah-faedah pelajaran, tidak banyak bertanya saat pelajaran disampaikan, tidak membaca satu kitab kepada banyak guru pada waktu yang sama, mengulang pelajaran setelah kajian selesai dan bersungguh-sungguh mengamalkan ilmu yang telah dipelajari.
Adab kesebelas
Menghafalkan ilmu syar’i yang disampaikan
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Semoga Allah memberikan cahaya kepada wajah orang yang mendengar perkataanku, kemudian ia memahaminya, menghafalkannya, dan menyampaikannya. Banyak orang yang membawa fiqih kepada orang yang lebih faham daripadanya…” (HR. At-Tirmidzi).
Dalam hadits tersebut Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berdoa kepada Allah Ta’ala agar Dia memberikan cahaya pada wajah orang-orang yang mendengar, memahami, menghafal, dan mengamalkan sabda beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam. Maka kita pun diperintahkan untuk menghafal pelajaran-pelajaran yang bersumber dari Al-Quran dan hadits-hadits Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.
Adab keduabelas
Mengikat ilmu atau pelajaran dengan tulisan
Ketika belajar, seorang penuntut ilmu harus mencatat pelajaran, poin-poin penting, fawaa-id (faedah dan manfaat) dari ayat, hadits dan perkataan para sahabat serta ulama, atau berbagai dalil bagi suatu permasalahan yang dibawa kan oleh syaikh atau gurunya. Agar ilmu yang disampaikannya tidak hilang dan terus tertancap dalam ingatannya setiap kali ia mengulangi pelajarannya. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Ikatlah ilmu dengan tulisan” (HR. Ibnu ‘Abdil Barr)
Beberapa adab mencari atau menuntut ilmu di atas semoga dapat bermanfaat untuk kita semua.
Dilain waktu akan saya tambah artikel Kelanjutan dari adab mencari ilmu.
terimakasih atas kunjungannya
Mengarungi
Kehidupan
Monday, July 9, 2018
Sunday, June 11, 2017
Resep Cara membuat Kolak Pisang Komplit dan Enak
Kali ini saya akan bagi-bagi resep cara memasak kolak pisang yang enak dan so pasti sangat
mudah cara membuatnya. Yuk kita langsung aja pantau cara membuatnya
Bahan:
200 gram ubi merah, dipotong-potong
200 gram singkong, dipotong-potong
400 gram gula merah, disisir halus
2 lembar daun pandan, dibuat simpul
2 buah pisang tanduk, dipotong miring
100 gram kolang kaling, direbus
50 gram nangka, dibelah dua memanjang
1 sendok teh garam
1.500 ml air
800 ml santan dari 1 butir kelapa parut
Cara membuat:
- Rebus air, ubi, dan singkong sampai matang. Masukkan gula merah, dan daun pandan. Masak sampai mendidih.
- Tambahkan pisang dan kolang kaling. Masak sampai mendidih dan matang.
- Masukkan nangka, garam, dan santan. Masak sambil diaduk sampai meresap.
Kolak pisang komplit siap disajikan untuk 6 porsi
Wednesday, May 31, 2017
Penjelasan tentang imsak (Fiqih Puasa) Tentang Waktu Imsak - Ustadz Abdul Somad, Lc. MA
Cari tahu dulu siapa ust abdul somad karena ada pribahasa TAK KENAL MAKA TAK SAYANG
ustd ini lulusan mesir dan maroko.
Apakah masih boleh makan ketika waktu imsak???
setelah nonton video ini pasti jdi tahu jawabannya.
Ini video kajian tentang imsak
video ini menjelaskan tentang imsak dan ceramah tentang ibadah puasa.
video ini saya share supaya kita menjadi lebih tau
yuk saksikan
terimakasih semoga bermanfaat
ustd ini lulusan mesir dan maroko.
Apakah masih boleh makan ketika waktu imsak???
setelah nonton video ini pasti jdi tahu jawabannya.
Ini video kajian tentang imsak
video ini menjelaskan tentang imsak dan ceramah tentang ibadah puasa.
video ini saya share supaya kita menjadi lebih tau
yuk saksikan
terimakasih semoga bermanfaat
Saturday, May 27, 2017
Gambar lucu, uniq di bulan ramadhan
Kali ini saya akan share gambar-gambar lucu dan uniq di bulan ramadhan
yang di bagikan oleh teman -teman kita di media jejaring social facebook
saya awali dengan postingan dari
Mang Asep Kharawang
mungkin ini salah satu cara supaya kita bisa menghindari ketika lupa bahwa
kita sedang berpuasa
Friday, May 26, 2017
jadwal imsakiyah karawang 2017 untuk umat islam
Alhamdulilah marhaban ya ramadhan.
semoga di ramadhan kali ini kita di beri kemampuan untuk terus istiqomah
menjalankan ibadah puasa dan ibadah lainnya, semoga kita mendapat ganjaran sebaik baiknya ganjaran dari Allah SWT.
NAH INI DIA SAYA SHARE JADWAL IMSAKIYAH KUHUSU DAERAH KARAWANG
semoga sangat bermanfaat
sumberfotohttp://bujangmasjid.blogspot
Friday, May 19, 2017
Berita Kebakaran di Stasiun Klender Padam, Kantor dan Loket Hangus
Berita kebakaran di stasiun klender
Wednesday, May 17, 2017
Dalil zakat profesi
Bro sis ini dia tentang zakat profesi
yuk supaya kita lebih tahu
putar videonya.
penting penting penting bro sis
Subscribe to:
Posts (Atom)