Friday, April 15, 2016

Makanan Fast Food dan Resikonya

Melalui berbagai symposium yang telah di lakukan Badan Kesehatan Dunia (WHO), ternyata Junk Food merupakan salah satu ancaman bagi kesehatan manusia. Pola hidup yang tidak sehat ditengarai menjadi pemicu, dimana saat ini hal tersebut telah terbukti menurunkan tingkat kesehatan masyarakat dunia.
Junk Food, menurut Wikipedia adalah istilah yang mendeskripsikan makanan yang tidak sehat atau memiliki sedikit kandungan nutrisi. Makanan Junk Food mengandung jumlah lemak yang besar. Makanan cepat saji sering dianggap sebagai junk food, sementara makanan yang lain tidak dianggap, meskipun nutrisi yang dimilikinya hampir sama.
Fokus utama dari istilah Junk Food sebenarnya adalah kandungan gizi dan nutrisi yang terkandung didalamnya. Sehingga implemantasinya dapat mengarah pada berbagai jenis makanan, tidak hanya makanan cepat saji. Sebab, adakalanya terdapat makanan cepat saji dalam komposisi nutrisi yang baik.
Untuk membantu anda mengenali berbagai jenis makanan yang termasuk junk food, berikut daftar10 golongan makanan Junk Food yang beresiko terhadap kesehatan oleh WHO.

1. Makanan gorengan

Golongan makanan ini pada umunya kandungan kalorinya tinggi, kandungan lemak/minyak dan oksidanya tinggi. Bila dikonsumsi secara regular dapat menyebabkan kegemukan, mengakibatkan hyperlipitdema dan sakit jantung korener. Dalam prosese menggoreng sering terjadi banyak zat karsiogenik, hal mana telah dibuktikan kecenderungan kanker bagi mereka yang mengkonsumsi makanan gorengan jauh lebih tinggi dari yang tidak / sedikit mengkonsumsi makanan gorengan.

2. Makanan kalengan

Baik yang berupa buah kalengan atau daging kalengan, kandungan gizinya sudah banyak dirusak, terlebih kandungan vitaminnya hampir seluruhnya mengalami penurunan baik kualitas maupun kuantitas dari bahan asalnya. Terlebih dari itu kandungan proteinnya telah mengalami perubahan sifat hingga penyerapannya diperlambat. Nilai gizinya jauh berkurang. Selain itu banyak buah kalengan berkadar gula tinggi dan diasup ke tubuh dalam bentuk cair sehingga penyerapannya sangat cepat. Dalam waktu singkat dapat menyebabkan kadar gula darah meningkat, memberatkan beban pancreas. Bersamaan dengan tingginya kandungan kalori, juga dapat menyebabkan obesitas.

3. Makanan asinan

Dalam proses pengasinan dibutuhkan penambahan garam secara signifikan, hal mana dapat mengakibatkan kandungan garam makanan tersebut melewati batas, menambah beban ginjal. Bagi pengkonsumsi makanan asinan tersebut, bahaya hipertensi dihasilkan. Terlebih pada proses pengasinan sering ditambahkan amonium nitrit yang menyebabkan peningkatan bahaya kanker hidung dan tenggorokan. Kadar garam tinggi dapat merusak selaput lendir pada lambung dan usus. Bagi mereka yang secara kontinyu mengkonsumsi makanan asin dapat menyebabkan radang lambung dan usus.

4. Makanan daging yang diproses (ham, sosis, dll)

5. Makanan dari daging berlemak dan jerohan
Walaupun makan ini mengandung kadar protein yang baik serta vitamin dan mineral, tapi dalam daging berlemak dan jerohan mengandung lemak jenuh dan kolestrol yang sudah divonis sebagai pencetus penyakit jantung. Makan jerohan binatang dalam jumlah banyak dan waktu lama dapat menyebabkan pernyakit jantung koroner dan tumor ganas (kanker usus besar), kanker payudara dll.

6. Olahan Keju

Sering mengkonsumsi olahan keju dapat menyebabkan penambahan berat badan hingga gula drah meninggu. Mengkonsumsi cake/kue keju bertelur menyebabkan kurang gairah makan. Konsumsi makanan berkadar lemak dan gula tinggi sering mengakibatkan pengosongan perut. Banyak kasus terjadinya hyperakiditas dan rasa terbakar.

7. Mi Instant

Makanan ini tergolong makanan tinggi garam, miskin vitamin, mineral. Kadar garam tinggi menyebabkan beratnya beban ginjal, meningkatkan tekanan darah dan mengandung trans lipid, memberatkan beban pembuluh darah jantung.

8. Makanan yang dipanggang/dibakar

Mengandung zat penyebab kanker.

9. Sajian manis beku.

Termasuk golongan ini ice cream, cake beku dll. Golongan ini punya 3 masalah karena mengandung mentega tinggi yang menyebabkan obesitas karena kadar gula tinggi mengurangi nafsu makan juga karena temperature rendah sehingga mempengaruhi usus.

10. Manisan kering

Mengandung garam nitrat. Dalam tubuh bergabung dengan ammonium menghasilkan zat karsiogenik juga mengandung esen segai tambahan yang merusak fungsi hati dan organ lain, mengandung garam tinggi yang menyebabkan tekanan darah tinggi dan memberatkan kerja ginjal.
Setidaknya kita dapat menganalisa makanan dengan tepat, himbauan WHO atas daftar makanan diatas bukan berarti kita dilarang mengkonsumsinya. So, paling tidak pola hidup sehat juga didukung oleh pola makanan sehat.
Semoga bermanfaat …

Ini Bahaya Tersembunyi Mengonsumsi Makanan Cepat Saji

Jenis makanan satu ini memang menyimpan segudang kenikmatan, bukan hanya rasanya yang enak bahkan makan di resto berlabel terkenal yang menjual makanan cepat saji pun dapat memberikan rasa kepuasan secara psikologis. Namun di balik kenikmatannya, makanan cepat saji atau yang dikenal dengan fast food bisa merugikan Anda.
Apa saja yang termasuk kedalam makanan cepat saji (fast food).
1. Kentang goreng
2. Hot dog
3. Donat
4. Bacon
5. Keripik kentang
6. Es krim
7. Keju
8. Burger
9. Nugget ikan
10. Pizza dll
Mengutip laman Time, Sabtu (16/4/2016) fast food yang mengandung tinggi sodium, gula, dan lemak mengakibatkan gangguan kesehatan seperti gangguan hormon dan menurunnya jumlah sperma.

Sebuah laporan studi yang terbit dalam jurnal Environmental Health Perspectives, menemukan bahwa orang yang sering mengonsumsi makanan cepat saji meningkatkan phthalate dalam tubuh, yang mempengaruhi produktivitas hormon terutama testosteron melemah.
Rendahnya kadar testosteron pada pria bisa menyebabkan berbagai gangguan, baik fisik maupun psikis. Termasuk diantaranya adalah berkurangnya rambut di tubuh, gangguan ereksi, berkurangnya massa otot, hingga gangguan kesuburan.

Beberapa tanda pria terkena gangguan pada hormon tetosteron

Rendahnya Gairah Seks.
Testosteron berperan dalam mengatur libido seorang pria. Seiring bertambahnya usia, kebanyakan pria akan mengalami penurunan lebih drastis terhadap gairah seks. Rendahnya tingkat testosteron juga dapat membuat Anda sulit untuk mencapai orgasme.

Kesulitan Ereksi.
Hormon testosteron juga membantu pria mencapai ereksi. Testosteron sendiri tidak menyebabkan ereksi, tetapi merangsang reseptor di otak untuk memproduksi oksida nitrat-sebuah molekul yang memicu ereksi.

Rendahnya testosteron terkait dengan banyak kondisi yang menyebabkan disfungsi ereksi, termasuk obesitas dan diabetes aterosklerosis.

Rendahnya Produksi Cairan Semen.
Testosteron berperan juga dalam produksi air mani, yaitu cairan yang membantu perkembangan sperma. Pria dengan testosteron rendah akan melihat penurunan jumlah volume spermanya ketika ejakulasi.

Rambut Rontok.
Produksi rambut dipengaruhi juga oleh hormon testosteron. Kebotakan memang suatu hal yang alami ketika pria bertambah tua, tetapi pria dengan testosteron rendah dapat mengalami kerontokan rambut lebih cepat sebelum usia tuanya.

Mudah Lelah.
Pria dengan hormon testosteron yang rendah cenderung mudah lalah dan kurang berenergi dalam aktivitasnya sehari-hari.

Kehilangan Massa Otot.
Karena testosteron juga memiliki peran dalam pembangunan dan penguatan otot, pria dengan testosteron rendah dapat mengalami penurunan massa otot dan kekuatan, terutama di tangan, kaki, atau dada.

Kegemukan.
Pria dengan testosteron rendah akan mengalami peningkatan lemak tubuh. Meskipun alasan di balik ini kurang begitu jelas, penelitian telah menunjukkan bahwa gen yang mengontrol persentase lemak tubuh juga bertanggung jawab untuk tingkat sirkulasi testosteron pada pria.

Penurunan Massa Tulang.
Melemahnya tulang atau yang sering disebut dengan osteoporosis dianggap sebagai kondisi yang terjadi hanya pada wanita saja.

Pria dengan testosteron rendah juga dapat mengalami pengeroposan tulang karena produksi testosteron dapat membantu penguatan tulang. Akibatnya pria tersebut lebih rentan terhadap patah tulang, biasanya di pinggul, kaki, tulang rusuk, dan pergelangan tangan.

Mood yang Tidak Stabil.
Wanita sering mengalami perubahan suasana hati selama menopause, ketika tingkat mereka penurunan estrogen. Pria dengan kadar testosteron rendah juga dapat mengalami gejala yang sama.

Meningkatkan Hormon Testosteron Pada Pria
Testosteron sering digambarkan sebagai "bahan bakar" pada pria yang dapat meningkatkan suasana hati dan kapasitas mental. Penelitian telah menunjukkan bahwa pria dengan testosteron rendah lebih mungkin mengalami depresi, lekas marah, atau sulit memfokuskan pikiran.

Testosteron adalah hormon yang bertanggung jawab atas gairah seksual pria dan tumbuhnya rambut pada bagian dada. Namun banyak pria yang mengeluh karena menurunnya kadar testosteron ketika memasuki usia 40-an.

Meskipun sebenarnya rendahnya hormon tersebut normal dialami pria seiring bertambahnya usia, sebenarnya mereka tetap bisa menjaga stabilitas gairah seksual dengan beberapa cara berikut. Testosteron dihasilkan oleh hormon LH yang dilepaskan kelenjar pituitari. Tetapi, hormon LH dikendalikan oleh testosteron sebagaimana testosteron dikendalikan oleh LH. Saat jumlahnya di dalam darah meningkat, molekul testosteron melakukan tekanan pada kelenjar pituitari yang menyebabkan kelenjar itu menghentikan produksi LH. Hanya ketika jumlah testosteron menurun produksi LH dimulai lagi. LH yang dihasilkan mengaktifkan zakar dan memerintahkan produksi tambahan agar menaikkan jumlah testosteron.


Phthalate yang merupakan sekelompok zat yang banyak digunakan dalam produk sehari-hari. Phthalate tidak berwarna, dan teksurnya mirip minyak goreng tanpa bau, serta tidak mudah menguap. Ami Zota, penulis studi sekaligus asisten profesor kesehatan lingkungan dan pekerjaan di George Washington University Milken Institute School of Public Health mengatakan bahwa dalam studi ini konsentrasi phthalates dalam setiap studi berbeda selalu ditemukan efek yang merugikan kesehatan manusia.

Dalam mencapai temuan ini, Zota dan rekan meneliti sejumlah data dari 8.800 orang yang mengonsumsi makanan yang sama dalam 24 jam terakhir, dan kemudian memberikan sampel urine mereka untuk diteliti dan menemukan orang yang mengonsumsi makanan cepat saji lebih banyak memiliki kandungan phthalate dalam tubuhnya, dibandingkan orang yang tidak mengonsumsi makanan cepat saji.

"Kami berharap studi ini dapat memberikan petunjuk untuk orang-orang dapat mengurangi eksposur mereka terhadap bahan kimia melalui diet mereka, yang juga menunjukkan bahwa makanan siap saji mengantungi bahan kimia yang banyak dan perlunya mengurangi pemesanan terhadap makanan cepat saji. "kata Zota.

Apa itu Musyawarah dan Mudzakarah ?

Banyak tokoh Islam menyamakan antara musyawarah dengan demokrasi. Musyawarah sudah berusia 15 abad. Demokrasi dipopulerkan oleh Seraglio Montesquieu (mati pada tahun 1755). Akar kata demokrasi dari dua suku kata : demos dan crates yang maknanya kekuasan di tangan orang banyak.

Jika diperhatikan tema pertemuan kita pada saat ini adalah “Musyawarah Pleno IV Menyongsong Mudzakarah Ulama 2010”. Maka jangan sampai melebar isi pembicaraan kita, terlebih dahulu kita fahami kembali makna dalam kalimat tersebut. Denagn demikian kita akan mendapatkan rambu-rambu dalam mengeluarkan pernyataan. Selain itu jangan sampai dibelakang hari kita kecewa, jangan sampai kita menyesal dalam bermusyawarah. Karena dalam sebuah istilah dikenal kalimat berikut :

لا فاب من استفر
و لا نجم من استشر

(Tidak akan kecewa orang yang mengadakan koreksi)
(Tidak akan menyesal orang yang mengadakan musyawarah). Inilah suatu prinsip dalam Islam.

A. Arti Musyawarah

Musyawarah selain memang perintah secara eksplisit (syarah) dalam al Qur-an Surah An Nahl: 125 yang datangnya dalam wujud amr/perintah “wasyawirhum fil amri” (“bermusyawarahlah dengan mereka dalam urusan kalian”,). Juga datang dari wujud khabariyah sebagai suatu yang sangat baik “Wa amru syuhadainahum (dan urusanmu saling saksikan).

Musyawarah artinya meminta pendapat orang banyak yang didasari otak yang jernih, fikiran yang waras, dan akal yang sehat. Kemudian sikap kita terhadap pendapat yang banyak tersebut adalah mengacu kepada petunjuk al Qur-an surah Azzumar ayat 17-18 :

وَالَّذِينَ اجْتَنَبُوا الطَّاغُوتَ أَنْ يَعْبُدُوهَا وَأَنَابُوا إِلَى اللَّهِ لَهُمُ الْبُشْرَى فَبَشِّرْ عِبَادِي
الَّذِينَ يَسْتَمِعُونَ الْقَوْلَ فَيَتَّبِعُونَ أَحْسَنَهُ أُولَئِكَ الَّذِينَ هَدَاهُمُ اللَّهُ وَأُولَئِكَ هُمْ أُولُو الألْبَابِ

“dan orang-orang yang menjauhi Thaghut (yaitu) tidak menyembah- nya dan kembali kepada Allah, bagi mereka berita gembira; sebab itu sampaikanlah berita itu kepada hamba- hamba-Ku, yaitu orang-orang yang selalu mendengarkan Perkataan (Fatwa) lalu mengikuti apa yang paling baik (Al qur-an) di antaranya, mereka Itulah orang-orang yang telah diberi Allah petunjuk dan mereka Itulah orang-orang yang mempunyai akal”. (Qs.Azzumar:17-18)

Maka gembirakanlah hamba-hambaKu, yaitu orang-orang yang selalu mendengarkan fatwa-fatwa, lalu mengambil yang terbaik (ahsan) diantaranya.

Ahsan artinya “yang paling baik” karena berbentuk ism tafdil. Artinya menambil ; memilih yang paling baik. Sedangkan yang terbaik adalah yang bersumber dari al Qur-an, (Qs. Azzumar : 23).

B. Arti Mudzakarah dan Ulama

Bi nadnya dari musyawarakah, berasal dari kata zakarah – yuzakiru (kata kerja yang dilakukan bukan perorangan tapi secara interaksi). Artinya saling ingat mengingatkan, yaitu semacam buah dari nasihat. Nasihat tulus berangkat dari ketulusan yang memang ajaran din kita. “Addinu nashihah” (al hadits). Ajaran din kita sebagian besar berangkat dari sikap loyal atau tulus. Jadi, apapun yang kita keluarkan sebagai pendapat hendaknya berangkat dari pangkalan nasihat, ketulusan, atau loyal. Jadi tergantung nawaitu (niat) masing-masing.

Ulama artinya orang yang mengetahui ; pandai, tapi sebagai manusia kita punya kelemahan, tentu perlu saling ingat mengingatkan. Dan memang peringatan adalah memberi manfaat bagi mukmin “ wadzakir, fainna zikro tanfaul mukminin”. Dalam hadits “Addinu nashihah funa liman lillah wali kitabi wali rosulihi wa lil a’imatin muslimin. Pemimpin muslimin dalam hadits ini termasuk ulama –insyaAllah, saya lebih condong (maksudnya) kepada ulama, bukan umara’.

Ulama adalah jamak taksir dari aalim (orang yang mengetahui). Artinya pengenalan atau pengetahuan orang itu (terhadap sesuatu) adalah 100 persen. Sedangkan umumnya apa yang kita lihat adalah yang sesuai dengan kenyataan. Kalau masih separuh-separuh pengetahuan kita, misalnya belum sampai 50 persen maka itu belum dikatakan ilmu tapi wahn. Bila bimbang, ragu-ragu atau 50:50, baru syak namanya. Bila 50 % + 1 walaupun sampai 90 persen baru dzon namanya. Ilmu artinya tahu persis permasalahan.

Maka bagi kita yang diberi beban oleh suatu ummat dan lembaga dengan predikat ulama, ini merupakan suatu tantangan untuk menambah perbekalan, asset pengetahuan, sehingga kita betul-betul tahan uji. Risalah Muhammad Rosulullah pun dibekali dengan al huda’ al ulumul nashihah (kata para ulama tafsir). Antara lain yang disampaikan oleh Syaikh Abdul Aziz bin Baz (Ketua Majelis ulama Saudi, saat membuka musyawarah Rabithah ‘Alam Islami).

Kita diminta bekerja keras untuk menambah pengetahuan, sehingga benar benar tahu persis 100 persen. Seperti perkalian 2×2 = 4, bukan sama dengan enam. Menurut Rosulullah, ulama itu ada yang asshoghir dan akaabir. Tercermin dalam hadits beliau : “ma yadzalun nafsu bi khoiri ma ahadul ilma ‘inda akaabir auka wafa (senantiasalah ummat ini dalam kebaikan sepajang mereka mengambil ilmu dari akaabir).

Untuk memahami makna Ulama akaabir dan ulama ashoqir dengan memahami suatu kaidah ushul. Sesuatu hal itu lebih dikenal jika diketahui lawannya. Contoh kita tidak tahu persis arti kata ‘adil jika tidak tahu arti dholim. Juga arti makruf dari lawannya munkar.

Secara etimologis akaabir artinya orang besar (penggede) dan ashoqhir artinya (orang kecil). Namun secara ilmu tafsir bermakna lain. Diambil dari sebuah hadits, nabi SAW:

“min assyirothi sa-ah ayyu sabasari ilmu ‘inda alshoghir” (antara lain sebagai prolog /muqadimah datangnya hari qiyamat diambang pintu, yaitu orang mengambil ilmu dari ashoghir).

MENANAM CABE DARI BENIH


Cabai atau cabai merah atau chili adalah buah dan tumbuhan anggota genus Capsicum. Buahnya dapat digolongkan sebagai sayuran maupun bumbu, tergantung bagaimana digunakan. Sebagai bumbu, buah cabai yang pedas sangat populer di Asia Tenggara sebagai penguat rasa makanan.(wikipedia)

Cabe memang merupakan jenis sayuran yang sangat diperlukan sehari-hari terutama untuk membuat sambal. Apalagi orang Indonesia yang sangat menyukai sambal, bila makan tanpa sambal serasa hambar ada yang kurang hehehe. Namun sayangnya harga cabe sering berfluktuatif, kadang standar tapi kadang tinggi banget. Untuk menyiasati harga cabe yang mahal alangkah baiknya Anda menanam sendiri cabe di pekarangan rumah.
Cabe biasa ditanam melalui bijinya. Anda dapat dengan mudah menanam cabe dari biji cabe yang kita beli dari tukang sayur atau pasar atau bila ingin hasilnya lebih berkualitas, Anda dapat membuat bibit sendiri dari biji cabe pilihan atau membelinya dari toko pertanian. Yang perlu diingat bahwa kualitas benih akan menentukan kualitas hasil panen.

Pastikan tanaman cabe yang akan kita buat benih sendiri memiliki keseragaman pertumbuhan dilapangan, meliputi keseragaman tinggi tanaman, bentuk batang, bentuk daun, warna bunga dan bentuk buah cabe. Cabe yang dihasilkan dari tanaman yang tidak memiliki keseragaman jangan digunakan untuk membuat benih karena nantinya kualitas buah yang dihasilkan menjadi kurang baik.
CARA MEMBUAT BENIH CABE SENDIRI


Petik buah cabe yang sudah benar-benar tua dengan warna merah dengan ukuran dan bentuk buah yang seragam, buah yang sehat dan tidak terserang hama penyakit.
Sayat setiap cabe dengan hati-hati agar tidak melukai biji cabe dan tentunya tidak melukai tangan kita.
Ambil biji cabe tersebut, lalu cuci bersih dengan air bersih sampai terpisah dari kotoran daging buah cabe tersebut.
Rendam benih cabe dalam air bersih dan ambil benih yang tenggelam saja. Benih cabe yang terapung akan memiliki pertumbuhan yang kurang baik sehingga lebih baik kita buang saja.
Jemur benih cabe, hindarkan sinar matahari langsung, Anda dapat menjemur di bawah atap yang tidak terlalu terang.
Setelah benih cabe bebar-benar kering maka benih tsb dapat digunakan untuk proses selanjutnya yaitu penyemaian dan penanaman.
Dengan cara membuat benih cabe di atas, Anda dapat menjual bibit cabe tsb atau menggunakannya sendiri.
CARA MENANAM CABE DARI BIJI DI PEKARANGAN RUMAH

Biasanya kita menanam cabe dengan cara sederhana yaitu menebar biji cabe di pot dengan media tanah dan menunggu berhari-hari sampai tanaman tsb tumbuh. Hasilnya kadang tumbuh dan kadang tidak hehehe. Bila benih tersebut ditanam langsung dari sisa cabe bekas makan gorengan sih sebetulnya “nothing to lose” juga tapi bila benih cabe tsb kita beli dengan harga yang mahal jadinya kecewa dan sangat disayangkan duit dan tenaga hilang dengan percuma.

Memang betul tidak ada garansi bahwa penanaman cabe dari benih berkualitas akan tumbuh semua tapi yang harus kita lakukan adalah meminimalkan faktor kegagalan.

Cara penanaman

Cabai atau lombok termasuk dalam suku terong-terongan (Solanaceae) dan merupakan tanaman yang mudah ditanam di dataran rendah ataupun di dataran tinggi. Tanaman cabai banyak mengandung vitamin A dan vitamin C serta mengandung minyak atsiri capsaicin, yang menyebabkan rasa pedas dan memberikan kehangatan panas bila digunakan untuk rempah-rempah (bumbu dapur). Cabai dapat ditanam dengan mudah sehingga bisa dipakai untuk kebutuhan sehari-hari tanpa harus membelinya di pasar.

Tanaman cabai cocok ditanam pada tanah yang kaya humus, gembur dan sarang, serta tidak tergenang air; pH tanah yang ideal sekitar 5-6. Waktu tanam yang baik untuk lahan kering adalah pada akhir musim hujan (Maret-April). Untuk memperoleh harga cabai yang tinggi, bisa juga dilakukan pada bulan Oktober dan panen pada bulan Desember, walaupun ada risiko kegagalan. Tanaman cabai diperbanyak melalui biji yang ditanam dari tanaman yang sehat serta bebas dari hama dan penyakit. Buah cabai yang telah diseleksi untuk bibit dijemur hingga kering. Kalau panasnya cukup dalam lima hari telah kering kemudian baru diambil bijinya: Untuk areal satu hektar dibutuhkan sekitar 2-3 kg buah cabai (300-500 gr biji).

Cara Menanam Cabe Metode 1
Gunakan kertas tisu beberapa lembar, lalu basahi dengan air.
Tebar beberapa biji cabe diatas kertas tisu tersebut.
Tutup lembaran tisu yang telah berisi biji cabe tadi lalu basahi / tetesi dengan air.
Masukkan tisu tersebut kedalam box plastik dan tutup rapat.
Tunggu beberapa hari, sampai biji tersebut tumbuh (berkecambah)
Pindahkan bibit yang telah tumbuh dengan hati-hati dan taruh di media tanam.

Cara Menanam Cabe Metode 2
Letakkan kapas yang telah dibasahi air ke dalam gelas bekas minuman kemasan.
Tabur beberapa biji cabe diatas kapas tersebut
Tutup cup plastik itu
Masukkan kedalam kulkas (bukan di freezer)
Tunggu sampai biji tumbuh berkecambah
Pindah bibit yang berkecambah tsb dengan hati-hati dan taruh di media tanam

Selamat mencoba dan berkebun ...

Monday, April 11, 2016

Sejarah Desa Galagamba

ASAL USUL DESA GALAGAMBA

Pada sekitar tahun 1400-an
disebuah kaki Gunung Kromong. Ada
sebuah hutan belantara yang banyak
dihuni oleh para dedemit dan
berbagai binatang yang buas seperti
macan, celeng dan sebagainya.

Disuatu tempat yang
disebut Rajagaluh ada Kasatria
bernama Kiwinata yang mempunyai
badan yang tegap dan penuh dengan
sopan santun dan juga sangat sakti.

Ki Winata kemudian membangun
sebuah gubug dan dijadikannya
sebagai tempat tinggal, tidak hanya
itu beliau juga membuat balai dari
kayu jati yang sangat besar sekali
untuk tempat menjamu tamu.

Semakin hari tempat tersebut
menjadi sangat terkenal, kemudian
semakin ramai. Ramainya tempat
tersebut akhirnya mengundang
perhatian dan Raja Pajajaran yang
bernama Prabu Siliwangi. Akhirnya
Raja Prabu Siliwangi tersebut datan
dengan rombongan untuk
mengunjungi tempat tersebut. Ketika
tiba ditempat tersebut maka
disambutlah sang raja.

Prabu Siliwangi sangat
terkagum dengan salah satu balai
yang besar tersebut. Prabu Siliwangi
kemudian bertanya kepada Ki Winata
apa nama pedukuhan tersebut ?
Maka dijawab oleh Ki Winata kalau
pedukuhan tersebut belum diberi
nama. Maka kemudian Sang Prabu
memberi nama pedukuhan tersebut
dengan nama “ GALAGAMBA ”. Gala
artinya Balai sedangkan Amba adalah
luas jadi “ GALAGAMBA ” Artinya
adalah Balai yang luas atau besar.

Selepas kepergian sang
prabu, Ki Winata meninggal dunia,
yang kemudian dikuburkan disuatu
tempat yang bernama Raga
Sawangan. Raga Sawangan dulunya
ketika masyarakat menebang jati
maka keesokan harinya jati itu
tumbuh kembali. Maka Ki Winata
merasa bertanggung jawab untuk
membersihkan masalah tersebut yang
kemudian menghadap Sunan Jati
Purba.

Maka sang Sunan dan Ki
Winata merencanakan untuk
menebang pohon tersebut dengan
memulai berdoa. Maka dalam
pandangan mata bathin beliau maka
dilihatnya ada raga yang bersandar
dipohon tersebut. Maka setelah raga
tersebut diusir maka pohon tersebut
dapat ditebang sehingga tempat
tersebut dikenal dengan “ RAGA
SAWANGAN ”.

Tidak hanya di Blok
Ragasawangan, di Blok Dukumire ada
yang disebut dengan adanya Pustaka
Lawang Gada yang banyak orang
dapat memohon barokahnya. Dan
salah satu yang menjadi terkenal
adalah di Blok Nagrog dengan adanya
Harimau Siliwangi Putih yang saat ini
masih dipercaya dan masih terus
berkeliling sepanjang makam
kompleks Masjid Al-Ikhlas yang
pertama kali dibangun oleh
Almukaromah Kiai Marjuki sekitar
tahun 1800-an. Sebagai salah satu
sesepuh para Kiai yang ada di
Babakan dan Kempek. Yang kemudian
dipugar dengan bentuk modern oleh
Kiai Tarmidi pada tahun 1930-an
yang kala itu pada masa Jepang
menjabat sebagai Kepala Kantor
Agama Wilayah Cirebon yang
membawahi Kuningan, Majalengka
dan Indramayu.

Sejarh Desa Tangkil / Nambo Cirebon


ASAL-USUL DESA TANGKIL / nambo CIREBON

Desa Tangkil adalah salah satu desa dikecamatan Susukan Kabupaten Cirebon yang letaknya paling barat berbatasan dengan wilayah Kabupaten Majalengka, Desa Tangkil meliputi blok-blok (Cantilan) antara Nambowetan dan Pucukmendil, pada jaman dahulu Desa Tangkil lebih dikenal Desa Nambo.

Sekitar awal abad XVI, waktu Kanjeng Sinuhun Sunan Gunung Jati dan para wali Songo membangun Masjid Agung Shang Cipta Rasa di Kraton Cirebon, kala itu kekurangan kayu jati sebagai bahan atap (jawa = sirap) dan tihang (Jawa = Soko). Kanjeng Sinihun Sunan Gunung Jati menugaskan beberapa santri, pinangeran dan gegeden untuk mencari pohon jati, tak lama kemudian rombongan itu berangkat kearah barat, dalam rombongan tersebut ada seorang yang sakti berilmu tinggi berasal dari lereng gunung Ciremai bernama Ki Ageng Mangun Arsa, sesampainya di perbatasan wilayah kerajan Galuh, rombongan tersebut berhenti terkesima melihat pohon jati yang menjulang tinggi mencakar langit (jawa = sundul langit).

Setelah istirahat sejenak, mereka menebang pohon jati yang tumbuh sendirian (jawa = Jati nunggal) dengan parang, kapak (jawa = wadung) dan alat tebang lainnya, anehnya pohon tersebul tidak bisa ditebang begitu saja, saking besarnya pohon jati, ketika para santri, Kiageng dan para wali menebaskan parang atau kepaknya kepohon jati tersebut ternyata rapat seperti semula bagaikan air yang dibelah, akhirnya karena merasa kelelahan dan kewalahan tidak ada hasil, mereka beristirahat untuk menginang (meracik sirih dan gambir) sebagai pengganti rokok dengan cara di tumbuk diatas batu besar, saking seringnya istirahat untuk menumbuk sirih dan gambir, batu besar tersebut menjadi berlubang, sampai sekarang tempat itu dinamakan Watulumpang (Batu Berlubang) sampai sekarang masih di lestarikan.

*asal usul nambo
Dalam situasi kebingungan mereka melihat Ki Ageng Mangun Arsa yang menyendiri lalu mereka meminta agar Ki Ageng Mangun Arsa berbuat sesuatu karena ia diduga yang dapat mengatasi masalah tersebut, mereka rame-rame bicara “jangan pura-pura diam dan tidak mengerti, andakan orang sakti, orang pintar, pura-pura bodo (jawa = nambong)” mereka saling bicara “hoyo jangan nambong” sejak itu Ki Ageng Mangun Arsa di beri nama Ki Nambong/Ki Nambo, karena merasa kasihan Ki Nambo mencoba membantu orang (jawa = bela uwong ) untuk menebang pohon jati nunggal tersebut, beliau segera bersemedi sejenak sambil membaca mantra sambil sila (jawa = sinuku tunggal) kapat kalima pancer dan indra ke emamnya mencoba mengguak dan menerobos ke alam gaib ternyata pohon jati nunggal itu dihuni oleh ratusan bangsa gendoruwo dan siluman, Ki Nambo berusaha menemui juragannya dan memohon agar semuanya pergi dari pohon itu namun juragan siluman itu menolaknya sehingga menjadi perang mengadu kesaktian di alam gaib, tubuh Kinambo bergetar hebat sambil bibirnya berkomat kamit membaca do’a dan mantra, karena sama saktinya mereka lalu berunding, siluman penghuni jati nunggal tadi mau meninggalkan pohon jati nunggal itu dengan syarat minta korban atau tumbal seorang manusia (jawa = bela uwong), tumbalnya seorang perempuan yang hamil muda.

Ki Nambo menolak permintaan siluman itu, Ki Nambo hanya bersedia memenuhi persyaratan asal jangan mengorbankan manusia, juragan gondorwo minta persyaratan lain, minta di kasih sesajian nasi beras merah, lauknya bodo, ikan petek, tempat makannya dari tempurung kelapa, minumnya dugan kelapa hijo dan minta dihibur dengan penari ronggeng berikut gamelannya.
Ki Nambo menyanggupi persyaratan itu lalu segera menyiapkan sesajian apa yang diminta oleh para dedemit dan siluman tersebut, kebetulan tidak jauh dari tempat itu ada ronggeng ketuk tilu dari daerah Tuban yang sedang melakukan pementasan (jawa = tejalaku) bebarang/ngamen, dengan penarinya seorang wanita cantik yang sakti dengan memakai busana selendang lokcan, beliau bernama Nyi Lamsi dengn juru gendangnya bernama Ki Arya Sadiyang.

*asal usul blok balong dan blawong
Upacara ritual sergera di laksanakan dengan kepulan asap dupa sambil membakar kemenyan dan sesajian serta di barengi dengan gamelan dan tarian ronggeng ketuk tilu, dengan kibasan selendang lokcannya Nyi Lamsi, para siluman satu–persatu meninggalkan pohon jati nunggal tersebut, dengan kepulan asap yang begitu hebatnya lalu munculah seorang wanita cantik yang sedang hamil muda yang tidak tahu asal-usulnya melintas dibawah pohon jati nunggal tersebut, pohon jati tumbang seketika menghantam tanah sangat keras sampai berlubang menjadi kubangan air (jawa = balong) dan tempat itu dinamakan blok balong, dahan rantingnya berantakan kemana-mana, sejak kejadian itu setiap nama desa yang terdapat kata jati berarti petilasan dari Desa Tangkil/Nambo seperti, Desa Jatitujuh,Desa Jatianom,Desa Jatipura dan jati nunggal yang meminta tumbal/bela uwong tempat itu diberi nama blok blawong.
Setelah tumbangnya jati yang berada diblok blawong itu diangkatlah oleh beberapa kiageng dan pinangeran dengan ilmu kesaktiannya bagaikan terbang, dibawah ke Kraton Cirebon, sedangkan Ki Nambo memilih menetap di tempat itu bertekat untuk membabat dan membakar hutan yang akan dijadikan pedukuhan.

*asal usul nama blok di tangkil
Ki Nambo permulaan/babak sengka/babak kiasa membabat dan membakar hutan di awali dari bekas jati blawong atau blok blawong terus ke lokasi di temukannya batu berlubang atau blok watulumpang, terus ke blok kayu lawe (lokasi yang tumbu rerumputan menjalar bagaikan benang kusut) di hutan itu ada pematang tinggi (jawa = galeng duwur) dibatasi kedua sisi empang (jawa = gombang) tempat itu di beri nama blok galeng duwur dan blok gombang baris(selokan berjajar dua) sampai kearah barat dinamakan blok kesur.

Keesokan harinya Ki Nambo membabat ke arah timur melewati huan melinjo (Sunda = Tangkil), waktu membabat semak blukar Ki Nambo kakinya terperosok (jawa = keblosok) kelubang kecil berair (jawa = bilik) tempat itu di sebut blok sumur kasok, akibat terperosok kaki Ki Nambo terkilir (jawa = kesleo) jalannya terseak-seok bagaikan orang lumpuh (jawa = Gepor), tempat itu di beri nama blok Sigepor, Kemudian melangkah kearah timur bekas tempat berganti busana ronggeng Nyi Lamsi di sebut blok lamsi yang sebelah timurnya di aliri air sungai kecil (jawa = wangan) dan tempat itu namakan blok wangan gede/solokan besar, kearah timur lagi banyak pepohonan kemiri dinamakan blok kemiri, saat membabat hutan kemiri tesebut Kinambo dikejutkan oleh suara burung hantu (burung kokok beluk) dan tempat itu dinamakan blok kokok beluk, terus kearah utara blok sayar, disana banyak tumbuh kamijara/sereh dinamakan blok sere, disana semak belukar tumbuh subur (jawa = mregu) dinamakan blok megu, Ki Nambo terus melangkah sambil membakar dan membabad pepohonan ketemu dengan anak sungai, diatasnya ada sisa dahan jati dinamakan blok wangan jati, terus sambil menyusuri anak sungai tersebut bertemu dengan muara sungai disitu ada kubangan air yang paling dalam (jawa = kedung) karena merasa panas Ki Nambo bermaksud akan mandi tapi tiba-tiba turun hujan disertai suara petir (jawa = kilap) olehnya tempat itu di beri nama kedung sigelap.

Ki Nambo sudah dua minggu membabat hutan, butuh tempat tinggal (Parsinggahan) sebagai tempat istirahat diwaktu malam hari, dipilihnya lokasi dekat blok Karangnyongat, beliau membuat pesanggrahan dan tempat itu sampai sekarang dinamakan blok pesanggraha.

Keesokan harinya setelah mandi di kedung si gelap Ki Nambo menotor/membabad pohon singkil = blok singkil, di tempat lain banyak pohon ke dingding dinamakan blok kedingding, terus kebarat blok tingkem, terus kearah selatan Ki Nambo merasa lapar memakan buah jamblang (jawa = duwet) di tempat itu di berinama blok Siduwet, terus ke blok boni, terus ke blok wesel tak jauh dari situ tanahnya sangat liat (jawa = lempung) blok Silempung, terus kearah utaranya ada kubangan air yang banyak ikannya di sebut blok Dukuhlele.

Hari berikutnya Kinambo membabat hutan kearah barat laut atau sebelah barat tempat pohon jati semula berdiri dinamakan blok Kamulyan sebagai tempat kesaktian kala itu, disana ada hutan kecil (jawa = alas cilik) dinamakan blok alas cilik yang dipenuhi pohon cengkudu/pace tempat itu dinamakan blok Pecealas, terus ke utara ada tanah tegalan penuh ditumbuhi pohon pacing, tempat itu di beri nama tegal pacing, kearah utara menebang pohan plasa dinamakan blok plasa, karena sangat lelah Ki Nambo tertidur pulas, begitu bangun sudah malam, Ki Nambo membuat perapian dari pohon dan daun bambu (jawa = blukbukan) untuk mengusir hawa dingin dan binatang buas tempat itu di beri nama blok Blukbuk, pada pagi harinya Ki Nambo pergi kearah barat ada pohon aren dan diambil daunnya untuk merokok = blok Cikawung, terus kearah selatan dekat parit tanahnya kuning ke merah merahan cocok buat membuat ampo = blok Pengampon, di tempat itu bagaikan tempat kosong (jawa = karang suwung ) dinamakan blok karang suwung dan sersebelahan dengan tanah bercadas bagaikan baja disebut blok maja, terus kearah barat daya cuma ada pohon jati saja blok itu danamakan jati mentil, Ki Nambo menemukan tanah legalan di penuhi pohon serut = blok Serut, blok Sara, blok pendoga, blok buyut, blok timbangan, dan lain lain,
Pada suatu hari Ki Nambo memasuki hutan yang tanahnya datar dan subur yang sangat cocok di jadikan pedesaan, di tempat itu banyak pohon melinjo (sunda = tangkil) tempat itu di beri nama blok Tangkil.

Hari-hari berikutmya Ki Nambo mengelilingi hutan yang pernah Ki Nambo babat kearah barat beliau bertemu dengan seorang gadis cantik bertubuh montok bernama Nyi Laradenok dari pendukuhan Cidenok, beliau berkenalan dengan gadis dari pedukuhan Cidenok, setelah lama ngobrol Nyi Laradenok berpamitan pulang ke Cidenok.
Ki Nambo terbayang-bayang wajah gadis cantik Laradenok namun dia sadar dirinya sudah beristeri yang telah lama ditinggalkan dan bertekad tidak akan menghianati cintanya, maka beliau menjemput isterinya di lereng gunung Ciremai dan dibawa di pesanggerahan diblok Nambowetan.

Ki Nambo dan Nyi Nambo hidup rukun mulai bercocok tanam padi gaga dan palawija, untuk memenuhi kehidupan sehari hari memerlukan air, Ki Nambo mencari mata air kesana kemari sampe lelah belum menemukan, lalu istirahat di bawa pohon eloh, tiba-tiba di samping ada sumur kecil (jawa = blik) sumurnya sangat deras dan airnya sangat jernih di beri nama sumur eloh, kejadian itu di sampekan pada isterinya, pada saat Ki Nambo membabat hutan hawanya sangat panas, melihat di bawa pohon lamaran ada kubangan air, Ki Nambo mandi, sumur itu di beri nama sumur lamaran.

Setelah Nambowetan menjadi pedukuhan banyak orang-orang yang ikut magersari menjadi warganya Ki Nambo dan Ki Nambo sebagai sesepuh pedukuhan, para pendatang itu diantaranya:

– Nyi Ronggeng Lamsi dan nayaganya Ki Arya Sadiyang dari wilayah Tuban
– Ki Mastiyem dan Nyi Ketong isterinya dari Tarikolot
– Nyi Rangda Druis dari wilayah Budur
– Ki Singanala bekas abdi dalem Kerajaan Pajajaran dan isterinya Nyi Kedong

*asal usul blok pucumendil / pucuk pendil
Sebagai sesepuh pedukuhan Ki Nambo ingin menguji ke setiaan, ilmu pengetahuan dan ilmu kedikjayaan yang di miliki oleh pendatang dan pengikutnya khususnya Ki Singanala, Ki Nambo meminta Ki Singanala meneruskan membabat hutan di sebelah barat untuk di jadikan lahan pertanian, karena letaknya jauh dari pedukuhan, di beri bekal beras, lauk pauk dan pendil atau alat nanak nasi dari tanah. Ki Singanala dan Nyi Kedong isterinya segera berangkat, sesampainya di tempat tujuan Ki Singanala segera membabat hutan, Nyi Kedong yang menanak nasi di Pendil (jawa kuno = mendil), sedangkan untuk sayurannya mencari uceng (pucuk daun melinjo/tangkil), tempat memasak sayur pucuk daun melinjo dan menanak nasi di pendil di beri nama blok Pucumendil (pecantilan desa Tangkil).

*blok sukaloro
Setelah selesai pulang ke pedukuhan Ki Nambo, Ki Singanala di minta untuk menumbuk padi gaga, Ki Singanala berangkat, ditengah perjalanan bertemu Nyi Ronggeng Lamsi setelah berkenalan terus melanjutkan perjalanan ketempat padi gaga sambil terdayang-bayang wajah Nyi Lamsi, Ki Singanala jatuh cinta pada Nyi Lamsi. Setelah sampe di tempat padi gaga Ki Singanala membuat gubug ranggon dengan bertihang dua dari kayu jati, tempat itu dinamakan blok Sakaloro untuk menyadarkan tubuh Ki Singanala sambil membayangkan wajah Nyi Lamsi, sejak itu Ki Singanala malas bekerja. Setiap berangkat ke sawah selalu memanggul cangkul di bahunya tetapi tidak perna di cangkulkan sampe cangkulnya nambah kecil (jawa = gerang) sendiri di panggul-panggul saja, ketika Ki Singanala yang malas bekerja oleh Ki Nambo di beri Nama Ki Gerang Sinanggul.

Ki Gerang Sinanggul dipanggil Ki Nambo diajak bicara sambil mencoba ilmunya, Ki Nambo berkata “Biasanya kalau ada air pasti ada ikan, benar tidak menurutmu” Ki Singanala atau Ki Gerang Sinanggul menjawab “benar” Ki Nambo berkata lagi “kalau begitu ambilkan buah kelapa dari pohonnya, dan pecahkan ikannya ada tidak?”, Mendengar perkataan Ki Nambo, Ki Singanala sadar bahwa dirinya sedang diuji kesaktiannya, lalu beliau mengibaskan tangannya, buah kelapa itu jatuh dan dipecah dihadapan Ki Nambo, dan didalam buah kelapa itu ada ikannya dan ikan tersebut masih hidup, lalu Ki Nambo meminta agar Ki Singanala segera mengisi, paso/wajan besar yang terbuat dari tanah (Jawa = goseng) oleh Ki Singanala segera diisinya, namun keruh airnya banyak lumpurnya (Jawa = endut) Ki Nambo bicara “biasanya kalau ada endut pasti ada belut” Ki Singanala segera menepuk-nepuk gosang tersebut, seketika itu juga gosang tersebut penuh dengan belut.

Sebagai sesepuh yang mengatur pedukuhan Ki Nambo meminta agar Ki Singanala atau Ki Gerang Sinanggul mengolah sawah diblok gombang baris, untuk segera ditanami karena musim penghujan, Ki Singanala menerimanya sebagai kawula atau bawahan tapi Ki Singanala memohon agar Ki Nambo menyiapkan nasi dan lauk pauk untuk makanan seribu orang pekerja, Ki Nambo terkejut mendengar ucapan Ki Singanala yang akan mempekerjakan seribu orang, “dari mana”, Gumam dalam hati Ki Nambo, karena penasaran permohonan Ki singanala disetujui.

Nyi Nambo dibantu Nyi Ketong dan Nyi Druis memasak nasi untuk seribu orang, sekitar lima dacin atau tiga kwintal beras, setelah memasak nasi, sayur dan lauknya dibawah ke sawah sampai beberapa pikul. Sesampainya disawah tidak ada pekerja seorangpun, disitu Cuma ada Ki Singanala yang sedang duduk-duduk melamun, hal ini membuat Nyi Nambo dan para pembantunya marah, Nyi Nambo menanyakan kepada Ki Singanala “mana para pekerjanya dan untuk makannya siapa, nasi segitu banyaknya” dijawab Ki Singanala “Pokoknya Nyai besok siapkan orang untuk nanam padi pasti semuanya akan beres”, Kejadian ini disampaikan pada Ki Nambo, beliau dan istrinya berangkat ke sawah, di sana tidak ada orang bekerja dan belum ada yang dikerjakan oleh Ki Singanala, Ki Nambo kecewa sekali melihat Ki Singanala, Cuma duduk melamun, dengan hati yang marah Ki Nambo menancapkan dua batang pohon jarak gundul, sambil membaca mantra lalu Ki Nambo dan Nyi Nambo menghilang dari hadapan Ki Singanala kembali ke rumah.

Melihat sesepuh panutannya kecewa dan kelihatan marah, Ki Singanala segera bangkit, membaca mantra mengundang para jin, setan dan siluman taklukkannya disuruh memakan semua nasi, sayur dan lauk-pauknya sampai habis, malam harinya Ki Singanala dengan bantuan para jin, setan dan para siluman taklukkannya meyangkul sawah blok Gombang Baris dan saluas 116 bau atau kurang lebih 81 Ha, dengan waktu semalam selesai di cangkul dan besok siap untuk ditanami, Kemudian pagi harinya Ki Singanala melapor kepada Ki Nambo dan Nyi Nambo, bahwa sawahnya selesai di cangkul siap untuk ditanami.

Karena penasaran Ki Nambo dan Nyi Nambo pergi ke sawah, melihat laporan Ki Singanala, Sesampainya di sawah ternyata benar sudah siap ditanami, tapi beliau mencari Ki Singanala kesana- kemari tidak ada, dibawah beliau hanya ada tiga ekor keyong, karena tidak ada orang yang diajak bicara, maka Ki Nambo berbicara dengan ketiga keyong tersebut dan berpesan supaya menjaga tanaman padinya jangan sampai kena gangguan hama atau panyakit, seperti halnya kamu menjaga rumahmu yang selalu kau bawa.

Ketiga keyong tadi sebenarnya penyamaran dari Ki Singanala, Nyi Kedong dan Nyi Lamsi, yang di ciptakan berubah wujud oleh Ki Singanala yang ingin tahu bagai mana reaksi Ki Nambo dan Nyi Nambo.

Setelah pedukuhan Nambowetan banyak penduduknya, mereka membuat masjid dan bedug yang terbuat dari pohon sidaguri, setiap waktu dluhur bedug itu dibunyikan (ditabuh=Jawa), suara budug tersebut terdengar sampe keraton Cirebon, “Konon katanya kulit yang dibikin buat bedug berasal dari kulit Manusia” akhirnya pihak keraton mangutus penangeran dan para santrinya untuk mengambil bedug sidaguri di Desa Nambowetan untuk dibawa ke Keraton Cirebon dan sebagai penggantinya bedug dari Keraton Cirebon.

Masjid Tangkil mulai di perbesar juragan Mail dan Lebe Usman
Sampe wafatnya, Ki Mangun Arsa/Ki Nambo, Nyi Nambo, Ki Sanganala/Ki Gerang Sinanggul, Nyi Kedong, Ki Mastiyem, dan Nyi Ketong di makamkan di kramat buyut Nambo, pecantilan Nambowetan, sedangkan Nyi Druis dan Nyi Lamsi di makamkan di tempat sendiri masih di wilayah Desa Tangkil Kecamatan Susukan.

PERPINDAHNYA PUSAT SEMERINTAHAN
DARI NAMBOWETAN KE BLOK TANGKIL

Pada jaman dahulu pusat pendudukan/pedasaan di Nambowetan, setela jaman penjajah Belanda, sekitar tahun 1770, di sekitar Nambowetan oleh pemerintah penjajah belanda di tanami tebu dan di pasang rel kereta (Gotrok Setum) untuk pulang pergi gotrok mengangkut tebu sehingga desa itu terkesan sepi dan terganggu gotrok pengangkut tebu.

Pada abad itu juga pemerintahan penjajah Belanda, sebelum perang kedongdong membuat jalan tembusan dari prapatan majalengka melewati blok Tangkil sampe ke Jatibarang Indramayu, dengan adanya jalan besar maka blok Tangkil menjadi rame, sejak itu pemerintahan pusat dari Desa Nambo di pindah ke Blok Tangkil berganti nama Desa Tangkil yaitu pada jaman sebelum Lurah/Kuwu Ki Ganisem yang meliputi pecantilan blok Nambowetan dan Pucukmendil, Kantor Pemerintahan Desa Tangkil dibangun sekitar tahun 1921.

Adat Desa Tangkil yang masi berlaku : Unjungan, Mapag Sri, Sedeka Bumi, Muludan, bubur sura, maleman, safaran, Nglangkahi dan pegat jantung.

Benda cagar budaya: Lesung si blawong, Watu lumpang, Sakaloro dan lain-lain.

Nama-nama Lurah/Kuwu/Kepala Desa Tangkil yang diketahui :

a) Ki Nambo/ Ki Mangun Arsa : Th.1550 ……………………..
b) Kuwu Ganisem : Th 1808 – (Jaman Perang Kedongdong)
c) Kuwu Belong : Th. 1886 – 1906
d) Kuwu Sarwangi : Th. 1906 – 1921
e) Kuwu Kawan / Kuwu Blenduk : Th. 1921 – 1934 (Penemu Lesung Siblawong)
f) Kuwu Suminta : Th. 1934 – 1937
g) Kuwu Ratijah B. Jarmina : Th. 1937 – 1964
h) Kuwu H. Moh. Toyib Ratiya : Th. 1964 – 1979
i) Kepala Desa Mukid Priyadi : Th. 1979 – 1989
j) Pjs. Kepala Desa Nasika : Th. 1989 – 1990
k) Kepala Desa H. Asmu’i Aminudin : Th. 1990 – 1999
l) Pjs. Kades Ajat Munajat : Th. 1999 – 2000
m) Pjs. Kades Edi Warsiyadi MS. : Th. 2000 – 2001
n) Pjs. Kades Taukhid : Th. 2001 – 3 bulan
o) Kuwu Furqon : Th. 2001 – 2011
p) Pj. Kuwu Taukhid : Th. 2011 – 2012
q) Kuwu Sanija : Th. 2012 – 5 Januari 2013
r) Pj. Kasmi (Istri Kuwu Sanija) : Th. 2013 – s/d sekarang

Sejarah Desa Gintung Cirebon


ASAL USUL DESA GINTUNG (TENGAH)

Asslamu’alaikum Wr. Wb… Puji Syukur Ke Hadirat Allah SWT Sholawat serta salam saya panjatkan kepada junjungan kita semua Nabi Besar Muhammad SAW berserta keluarga dan para sahabatnya. Sebelumnya saya memohon beirbu-ribu kata maaf bagi para sesepuh Desa Gintung Tengah Kec. Ciwaringin Cirebon yang telah sekuat tenaga berusaha mengungkap sejatinya masyarakat desa ini. sebab dengan lancang saya mempublikasikan sejarah desa tercinta ini di internet tanpa seizin beliau. Karena menurut saya sebuah sejarah harus dan patut diketahui orang banyak.

Berikut Kronologi Pengungkapan Sejatinya Masyarakat Desa Gintung Tengah Kec. Ciwaringin Cirebon.

Bismillahirrahmanirrahim

KATA PENGANTAR Cerita rakyat adalah salah satu potensi budaya daerah yang tumbuh subur dilingkungan masyarakatnya. Cerita atau dongeng tersebut di dukung oleh beberapa sumber yang terdapat daerah tersebut . Sehubungan cerita atau dongeng tersebut maka perlu pemilahan yang sekiranya dapat di jadikan informasi atau referensi dalam rangka penelusuran lebih lanjut baik untuk kepentingan sejarah atau pengetahuan .Oleh karena itu cerita asal -usul Desa Gintung Tengah perlu didokumentasikan sebagai reperensi atau informasi penunjang berbagai pihak yang memerlukan . Untuk itulah kami yang tergabung dalam perguruan Thoriqoh Qodiriyah Naqsabandiyah berusaha mencoba menggali dan meluruskan cerita yang sudah ada tentang asal-usul Desa Gintung Tengah.

Adapun cara kami menelusuri cerita asal-usul Desa Gintung Tengah adalah :
I . Meditasi yaitu dengan perantara saudara : a. Iing Sodikin bin Samira / Semirut. b. Moh. Natsir bin Umar . c. Ustad Jayadi Mukarom M. A. (Mubtadiin Al Ikhsan) bin Bp. Saklan d. Sebagai guru, pengawas dan sekaligus sebagai pembimbing pelakasanaan meditasi

Dengan izin dan ridho Allah kemampuan Meditasi bisa menyambung dan berdialog dengan: a. Enbah Kuwu Sangkan Cirebon b. Syeh Syarif Hidayatullah c. Syeh Magelung Sakti d. Ki Buyut Memba e. Kiai Sembung f. Ki Ageng Sepuh Babakan KH. Abdul Khanan.

II. Naskah tertulis yang disusun oleh Chintiani Aninda Bt Darkono.

III. Tutur Tinular atau cerita yang berkembang dari mulut ke mulut. Tentu saja hasil kerja kami ini masih jauh dari kesempurnaan, disamping ketidakmampuan kami , juga ada pesan dari :: 1. Syeh Syarif Hidayatullah; Cerita rakyat /asal-usul Desa Gintung Tengah tidak boleh diungkap secara mendetail .Yang penting jaga kebersihan hati , iman, dan ucapan pribadi sesama warga secara lahir batin.
2. K i Ageng Sepuh Babakan KH. Abdul Khanan : Jangan diungkap secara keseluruhan , karena akan menimbulkan perselisihan dan perpecahan antar keluarga ( anak putu )
3. Mbah Kuwu Sangkan Cirebon, Syeh Magelung Sakti, Ki Buyut Memba, dan Ki Kiai Sembung Pesannya hampir sama dengan yang diatas. : Adapun penggalian cerita secara meditasi dilaksanakan di Madrasah Miftahul Muta ‘alimin Desa Gintung Tengah pada :

1. Hari Rabu tgl 30 Mei 2007 dimulai pukul 23 00 sd selesai., diikuti dan disaksikan Oleh 25 orang.

2. Hari Kamis 31 mei 2007 dimulai

pukul 23.00 sd selesai , diikuti oleh 18 orang.

3. Hari Jum”at 01 Juni 2007

dimulai pukul 23.00 sd selesai .Hanya melengkapi ( 10 orang ).

4. Hari Sabtu 02 Juni 2007 dimulai

pukul 22.00 sd selesai . Hanya melengkapi ( 9 orang ). Kami tidak menuntut lebih dari cerita ini namun kami punya harapan paling tidak kisah ini menjadi informasi berharga tentang keberadaan Desa Gintung Tengah. Kritik dan saran adalah harapan kami dan kepada pihak-pihak yang merasa mempunyai cerita lebih dan belum tertampung dalam kisah ini mohon bantuannya agar memberikan kepada kami mudah-mudahan banyak masukkan semakin baik cerita ini disusun. Terimakasih kami sampaikan kepada segenap nara sumber dan pihak-pihak yang turut membantu hingga tertulis dan tercipta karya ini .semoga Allah swt bersama kita . Amin.


ASAL USUL DESA GINTUNG TENGAH

Ketika sebagian besar daerah Cirebon masih tertutup hutan belantara, dan ajaran Hindu masih dianut oleh sebagian penduduk Cirebon. Maka pada saat itu pulalah Mbah Kuwu Cirebon dengan dibantu teman dan kerabatnya bersemangat menyebarkan ajaran Islam.Sambil menyebarkan agama tak lupa pula membabat hutan dan membuka pedukuhan-pedukuhan baru.

Tersebutlah nama Kyai Ageng Buyut Membah, seseorang dari Negeri Iraq, yang datang ke Indonesia karena diutus oleh ayahandanya untuk menyebarkan Agama Islam dan memperbaiki akhlaq serta aqidah Bangsa Indonesia khususnya didaerah Cirebon. Kyai Ageng Buyut Membah, diutus oleh ayahandanya tidak langsung datang ke Tataran Cirebon, melainkan ke Pesantren Sunan Muria, dan ia berguru disana. Dipesantren itu Kyai Ageng Buyut Membah berkenalan dan bersahabat dengan keturunan Sunan Muria yang bernama Raden Jaka Pendil. Dipesantren itulah Kyai Ageng Buyut Membah mendapat nama baru yaitu Raden Suminta.

Teringat akan pesan ayahandanya yaitu untuk menyebarkan Agama Islam dan untuk memperbaiki akhlaq serta moral penduduk didaerah Cirebon yang porak poranda karena pertentangan Agama Hindu Budha dengan Agama Islam yang diajarkan oleh Mbah Kuwu Cirebon dan kawan-kawan. Kyai Ageng Buyut Membah minta izin kepada gurunya untuk pergi kedaerah Cirebon.

Bersama Raden Jaka Pendil, Kyai Ageng Buyut Membah berangkat kedaerah Cirebon. Sebelum mereka berdua berangkat, Sunan Muria memberi pesan agar keduanya dalam perjalanan, maupun sesampainya ditujuan agar tetap ngaji Sufi (Pewalian) yang ada enam macam adalah sebagai berikut:
1. Diam
2. Jangan sombong
3. Jangan ugal-ugalan
4. Melindungi orang yang lemah
5. Memperbanyak membaca Al-Qur’an 6. Jangan berbicara sembarangan, dan harus menirukan tingkah laku Sunan Muria yang tidak pernah batal wudlu.

Dalam perjalanan mereka bertemu dengan Raden Jaga Bodoh (Raden Suralaya) yang juga sedang diutus oleh ayahandanya yaitu Sunan Gunung Jati untuk membabat Alas Roban.
Namun tempat pertemuan tersebut sekarang wallahu a’lam atau hilang ditelan zaman.

Kemudian mereka bersama-sama melanjutkan perjalanan. Pada tahun 1545 M mereka mulai membabat hutan disebelah barat Cirebon. Pada saat itu Raden Jaka Pendil sedang mengamalkan doa Kanzil ‘Arasy, dari do’a tersebut menjelma sebuah pusaka kayu yang berwujud keris, kayu tersebut bernama Kayu Karas (yang kemudian terkenal dengan sebutan ki Arasy ). Didalam pusaka Kayu Karas tadi terdapat qodam berupa jin muslimah dan berwujud seorang wanita. Wanita ini diberi nama Larasati ( kemudian terkanal dengan sebutan Nyi Arasy ). Sementara itu Kyai Ageng Buyut Membah (Raden Suminta) mempunyai pusaka Weling Barong, wujudnya tongkat berkepala naga, yang qodamnya berisi macan putih yang diberi nama si Bujang, Ular Buntung, juga memiliki agem-agem merah delima, zamrud unjaman dan burung banjar petung yang qodamnya berada di telaga midang di Blok Rancabolang Desa Bringin dan juga mempunyai peliharaan berupa macan Blewuk.

Kyai Ageng Buyut Membah, Raden Jaka Pendil dan Raden Jaga bodoh bersama-sama membabat hutan, kayu-kayu yang bergelimpangan dan semak-semak kering dibakar hingga kobaran api menjalar kemana-mana. Sehabis hutan di tebang mereka membenahi tempat baru tersebut, termasuk membuat sumur Pendawa. Nama pendawa hanyalah sebagai kiasan belaka tidak ada hubungan dengan pendawa lima. Kemudian orang-orang berdatangan ikut menetap didaerah baru tersebut, termasuk Ki Buyut Ipah dan Ki Buyut Rinten yang masih bersaudara dari Kyai Ageng Buyut Membah dan juga datang ikut menetap tinggal didaerah yang baru itu.

Pedukuhan terbentuk Kyai Ageng Buyut Membahlah yang jadi pemimpin, baik pemimpin agama maupun pemerintahan. Malah semakin berkembang ajaran islam setelah kedatangan Kyai Sembung (Kyai Somadullah) datang membantu. Kyai Sembung adalah seorang tamu Kyai Ageng Buyut Membah yang datang dari desa Luga Lugina dari negara Syam (Syiria) untuk menyebarkan agama islam. Karena pada saat itu keadaan akhlak dan moral masih terlantar.

Disebuah tempat ada sebuah pohon rindang yang bunganya berbau harum, penduduk pedukuhan baru tersebut banyak dan sering menggunakan bunga harum tersebut untuk acara kendurian misalnya : acara pernikahan, khitanan, nujuh bulan dan acara-acara lainnya . Awal terbentuknya pedukuhan baru tersebut, sampai sekarang dikenal dengan sebutan Bentuk, dan pohon yang digunakan bunganya oleh masyarakat tadi diberi nama POHON GINTUNG.

Istilah Gintung dapat diartikan sebagai berikut: Gi=girang(suka, riang-gembira), In=Ingsun(saya), Tung=tungkul (betah kerasan), jadi Gintung artinya Girang Ingsun Tungkul (saya senang dan betah di daerah baru ) dan dari nama pohon inilah diabadikan menjadi nama DESA GINTUNG, yaitu pada tahun 1554 M.

Selanjutnya dibentuklah sebuah tempat pemerintahan baru yang berada ditengah-tengah dari pedukuhan tersebut, diberi nama dusun atau DESA GINTUNG TENGAH. Dengan Kyai Ageng Buyut Membah sebagai pemimpin/kuwu, dan sampai sekarang ada daerah yang masih menggunakan istilah membah adalah membah lor dan membah kidul yaitu daerah desa yang dijadikan tanah desa (bengkok dan titisarah).

Setelah pedukuhan baru terbentuk, pola-pola kehidupan ditata dan penyebaran agama islampun berkembang. Kyai Sembung, Raden Jaka Pendil dan Raden Jaga Bodoh tidak menetap di desa Gintung Tengah melainkan kembali kedaerah asalnya Negara Syiria. Salah satu kenangan untuk diingat anak cucu Gintung Tengah adalah Kyai Sembung dapat menahan petir agar warga Gintung Tengah terhindar dari serangan petir.

Dalam perkembangannya, Pohon Gintung tersebut bunganya semakin banyak yang membutuhkan oleh karena itu Kyai Ageng Buyut Membah menanam pohon gintung disebelah kidul (Cikal bakal desa Gintung Kidul ), dan disebelah lor (Cikal bakal desa Gintung Lor). Agar penduduk merasa lebih dekat untuk mengambil bunga pohon gintung tersebut. Semakin lama pedukuhan Gintung Tengah penduduknya makin bertambah dan wilayahnya dibagi menjadi beberapa blok yaitu :
1. Blok Bentuk yang meliputi pendawa
2. Blok Pesantren
3. Blok Desa
4. Blok Sumur bata Adapun tanah-tanah yang berada diluar Desa Gintung tengah seperti tapak bima yang berada di Desa Gintung Kidul, blok sepat (putat) yang berada di Dukumire Desa Galagamba, tanah Silado di Desa Bakung, adalah tanah-tanah yang diperoleh dari babat hutan disaat istirahat sambil memandang hasil babat hutan-hutan tadi.

Sampai sekarang masih ada tempat-tempat yang dianggap sakral /kramat oleh desa Gintung Tengah adalah sumur pendawa dan sumur bata. Keduanya adalah tempat yang katiban gaman / pusaka keris Kyai Ageng Buyut Membah kedua tempat tersebut dapat membuat siapa saja yang berada dekat dengan sumur tersebut akan merasa tenang, betah dan nyaman. Apabila keturunanku (warga Gintung Tengah) memiliki masalah lahir dan batin Kyai Ageng Buyut Membah menganjurkan untuk mengamalkan do’a Kanjil Arays kemudian mandi diantara dua sumur tersebut dan apabila ingin mempunyai kelebihan lain(ekonomi dan lainnya) dianjurkan untuk keluar/merantau dari Desa Gintung Tengah ini,karena tidak semua kebutuhan hidup tidak semua ada disini.

Sedangkan sumur Kroya dan sumur buk hanya merupakan kias atau lambang yang berpungsi untuk peristirahatan para petani sambil berdiskusi tentang pertanian dan lainnya. Kyai Ageng Buyut Membah mempunyai seorang istri dari keturunan Kerajaan Galuh Pakuan dan dikaruniai beberapa orang anak (yang keberadaanya tidak boleh diceritakan). Karena usianya Kyai Ageng Buyut Membah tidak sempat mempunyai seorang murid. Pada hari rabu tanggal 12 Rajab 1154 H /1725 M Beliau wafat dan dimakamkan di Blok Pendawa,sehingga pemerintahan desa diturunkan kepada orang lain.

Sejalan dengan perkembangan pedukuhan Gintung Tengah dan sepeninggalanya para penerus dan pengganti Kyai Ageng Buyut Membah, Desa Gintung Tengah pernah dipimpin oleh Kuwu Giwang, karena kuwu Giwang tidak bisa mendengar/budeg, maka terkenal dengan sebutan Kuwu budeg, sehingga tanah-tanah yang berada diluar Desa Gintung Tengah diminta oleh masing-masing pemerintah desa setempat. Selanjutnya nama-nama Kuwu yang memerintah di desa Gintung Tengah yang diketahui adalah sebagai berikut :

-Kyai Ageng Buyut Membah (Raden Suminta)
-Ki Ageng Angin-angin
-Ki Ageng Salemba
-Ki Ageng Marta Pura
-Ki Ageng Buyut Rimba
-Ki Ageng Mangun Tapa
-Kuwu Giwang (Ki Budeg)
-Kuwu Karta
-Kuwu Sentanu
-Kuwu Prapat
-Kuwu Tahir
-Kuwu Lampar
-Kuwu Satam (1930-1937)
-Kuwu Satim (1938-1945)
-Kuwu Gebyar (1946-1953)
-Kuwu Maskina (1954-1961)
-Kuwu Kombali (1962-1981)
-Kuwu Ambari (1982-1989)
-Kuwu Asep Cheguh Firmansyah (1990-1998)
-Pjs. Ahmad Ghoni. BA (1999-2000)
-Pjs. Drs. Susilo (2000-2001)
-Pjs. Taufik Kurosidi (2001)
-Kuwu Rasidi Mansyur (2001-?)
-?

Jika anda mengetahui info lebih atau ada kesalahan penulis tentang ini silahkan komen.