Friday, April 15, 2016

Ini Bahaya Tersembunyi Mengonsumsi Makanan Cepat Saji

Jenis makanan satu ini memang menyimpan segudang kenikmatan, bukan hanya rasanya yang enak bahkan makan di resto berlabel terkenal yang menjual makanan cepat saji pun dapat memberikan rasa kepuasan secara psikologis. Namun di balik kenikmatannya, makanan cepat saji atau yang dikenal dengan fast food bisa merugikan Anda.
Apa saja yang termasuk kedalam makanan cepat saji (fast food).
1. Kentang goreng
2. Hot dog
3. Donat
4. Bacon
5. Keripik kentang
6. Es krim
7. Keju
8. Burger
9. Nugget ikan
10. Pizza dll
Mengutip laman Time, Sabtu (16/4/2016) fast food yang mengandung tinggi sodium, gula, dan lemak mengakibatkan gangguan kesehatan seperti gangguan hormon dan menurunnya jumlah sperma.

Sebuah laporan studi yang terbit dalam jurnal Environmental Health Perspectives, menemukan bahwa orang yang sering mengonsumsi makanan cepat saji meningkatkan phthalate dalam tubuh, yang mempengaruhi produktivitas hormon terutama testosteron melemah.
Rendahnya kadar testosteron pada pria bisa menyebabkan berbagai gangguan, baik fisik maupun psikis. Termasuk diantaranya adalah berkurangnya rambut di tubuh, gangguan ereksi, berkurangnya massa otot, hingga gangguan kesuburan.

Beberapa tanda pria terkena gangguan pada hormon tetosteron

Rendahnya Gairah Seks.
Testosteron berperan dalam mengatur libido seorang pria. Seiring bertambahnya usia, kebanyakan pria akan mengalami penurunan lebih drastis terhadap gairah seks. Rendahnya tingkat testosteron juga dapat membuat Anda sulit untuk mencapai orgasme.

Kesulitan Ereksi.
Hormon testosteron juga membantu pria mencapai ereksi. Testosteron sendiri tidak menyebabkan ereksi, tetapi merangsang reseptor di otak untuk memproduksi oksida nitrat-sebuah molekul yang memicu ereksi.

Rendahnya testosteron terkait dengan banyak kondisi yang menyebabkan disfungsi ereksi, termasuk obesitas dan diabetes aterosklerosis.

Rendahnya Produksi Cairan Semen.
Testosteron berperan juga dalam produksi air mani, yaitu cairan yang membantu perkembangan sperma. Pria dengan testosteron rendah akan melihat penurunan jumlah volume spermanya ketika ejakulasi.

Rambut Rontok.
Produksi rambut dipengaruhi juga oleh hormon testosteron. Kebotakan memang suatu hal yang alami ketika pria bertambah tua, tetapi pria dengan testosteron rendah dapat mengalami kerontokan rambut lebih cepat sebelum usia tuanya.

Mudah Lelah.
Pria dengan hormon testosteron yang rendah cenderung mudah lalah dan kurang berenergi dalam aktivitasnya sehari-hari.

Kehilangan Massa Otot.
Karena testosteron juga memiliki peran dalam pembangunan dan penguatan otot, pria dengan testosteron rendah dapat mengalami penurunan massa otot dan kekuatan, terutama di tangan, kaki, atau dada.

Kegemukan.
Pria dengan testosteron rendah akan mengalami peningkatan lemak tubuh. Meskipun alasan di balik ini kurang begitu jelas, penelitian telah menunjukkan bahwa gen yang mengontrol persentase lemak tubuh juga bertanggung jawab untuk tingkat sirkulasi testosteron pada pria.

Penurunan Massa Tulang.
Melemahnya tulang atau yang sering disebut dengan osteoporosis dianggap sebagai kondisi yang terjadi hanya pada wanita saja.

Pria dengan testosteron rendah juga dapat mengalami pengeroposan tulang karena produksi testosteron dapat membantu penguatan tulang. Akibatnya pria tersebut lebih rentan terhadap patah tulang, biasanya di pinggul, kaki, tulang rusuk, dan pergelangan tangan.

Mood yang Tidak Stabil.
Wanita sering mengalami perubahan suasana hati selama menopause, ketika tingkat mereka penurunan estrogen. Pria dengan kadar testosteron rendah juga dapat mengalami gejala yang sama.

Meningkatkan Hormon Testosteron Pada Pria
Testosteron sering digambarkan sebagai "bahan bakar" pada pria yang dapat meningkatkan suasana hati dan kapasitas mental. Penelitian telah menunjukkan bahwa pria dengan testosteron rendah lebih mungkin mengalami depresi, lekas marah, atau sulit memfokuskan pikiran.

Testosteron adalah hormon yang bertanggung jawab atas gairah seksual pria dan tumbuhnya rambut pada bagian dada. Namun banyak pria yang mengeluh karena menurunnya kadar testosteron ketika memasuki usia 40-an.

Meskipun sebenarnya rendahnya hormon tersebut normal dialami pria seiring bertambahnya usia, sebenarnya mereka tetap bisa menjaga stabilitas gairah seksual dengan beberapa cara berikut. Testosteron dihasilkan oleh hormon LH yang dilepaskan kelenjar pituitari. Tetapi, hormon LH dikendalikan oleh testosteron sebagaimana testosteron dikendalikan oleh LH. Saat jumlahnya di dalam darah meningkat, molekul testosteron melakukan tekanan pada kelenjar pituitari yang menyebabkan kelenjar itu menghentikan produksi LH. Hanya ketika jumlah testosteron menurun produksi LH dimulai lagi. LH yang dihasilkan mengaktifkan zakar dan memerintahkan produksi tambahan agar menaikkan jumlah testosteron.


Phthalate yang merupakan sekelompok zat yang banyak digunakan dalam produk sehari-hari. Phthalate tidak berwarna, dan teksurnya mirip minyak goreng tanpa bau, serta tidak mudah menguap. Ami Zota, penulis studi sekaligus asisten profesor kesehatan lingkungan dan pekerjaan di George Washington University Milken Institute School of Public Health mengatakan bahwa dalam studi ini konsentrasi phthalates dalam setiap studi berbeda selalu ditemukan efek yang merugikan kesehatan manusia.

Dalam mencapai temuan ini, Zota dan rekan meneliti sejumlah data dari 8.800 orang yang mengonsumsi makanan yang sama dalam 24 jam terakhir, dan kemudian memberikan sampel urine mereka untuk diteliti dan menemukan orang yang mengonsumsi makanan cepat saji lebih banyak memiliki kandungan phthalate dalam tubuhnya, dibandingkan orang yang tidak mengonsumsi makanan cepat saji.

"Kami berharap studi ini dapat memberikan petunjuk untuk orang-orang dapat mengurangi eksposur mereka terhadap bahan kimia melalui diet mereka, yang juga menunjukkan bahwa makanan siap saji mengantungi bahan kimia yang banyak dan perlunya mengurangi pemesanan terhadap makanan cepat saji. "kata Zota.

No comments:

Post a Comment